Gado-gado khas indonesia

khanakhazana.org – Gado-gado (Bahasa Indonesia atau Betawi) adalah salad Indonesia[1] yang terdiri dari sayuran mentah, sedikit direbus, direbus atau dikukus dan telur rebus, kentang rebus, tahu dan tempe goreng, dan lontong (nasi yang dibungkus daun pisang), disajikan dengan saus kacang.

Etimologi
Istilah gado atau kata kerja menggado berarti mengkonsumsi sesuatu tanpa nasi. Gado-gado dalam bahasa Indonesia secara harfiah berarti “campuran-campuran” karena terbuat dari campuran kaya sayuran seperti kentang, kacang panjang, tauge, bayam, labu siam, pare, jagung dan kubis, dengan tahu, tempe dan rebus telur, semuanya dicampur saus kacang, terkadang juga ditaburi krupuk dan taburan bawang merah goreng. Gado-gado berbeda dengan lotek atah atau karedok yang menggunakan sayuran mentah. Hidangan serupa lainnya adalah pecel Jawa.

Wilayah
Gado-gado banyak dijual di hampir setiap wilayah Indonesia, dengan masing-masing daerah memiliki modifikasinya sendiri. Ini dianggap sebagai hidangan Sunda, karena paling umum di bagian barat Jawa (yang meliputi provinsi Jakarta, Banten, dan Jawa Barat). Orang Jawa memiliki versi mereka sendiri yang sedikit mirip dari hidangan sayuran dalam saus kacang yang disebut pecel yang lebih umum di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Gado-gado banyak tersedia dari gerobak jajanan, warung (warung) dan restoran dan hotel di Indonesia; juga disajikan di restoran bergaya Indonesia di seluruh dunia. Meskipun biasanya disebut salad, saus kacang adalah komponen gado-gado yang lebih besar daripada saus salad gaya Barat; sayuran harus dilapisi dengan baik.

Beberapa tempat makan menggunakan campuran saus kacang yang berbeda, seperti menambahkan kacang mete untuk menambah rasa. Di Jakarta, beberapa tempat makan membanggakan gado-gado sebagai hidangan khas mereka, beberapa di antaranya telah beroperasi selama beberapa dekade dan telah mengembangkan pelanggan setia. Misalnya, jaringan restoran Gado-Gado Boplo sudah ada sejak tahun 1970, sedangkan Gado-Gado Bonbin di Cikini sudah ada sejak tahun 1960.

Kuahnya terbuat dari kacang tanah gurih yang digoreng, gula aren manis, bawang putih, cabai, garam, asam jawa, dan perasan jeruk nipis. Gado-gado umumnya baru dibuat, kadang-kadang di depan pelanggan untuk menyesuaikan tingkat kepedasan yang mereka inginkan, yang sesuai dengan jumlah cabai yang disertakan. Namun, khususnya di Barat, saus gado-gado sering disiapkan sebelumnya dan dalam jumlah besar. Saus gado-gado juga tersedia dalam bentuk kering, yang hanya perlu direhidrasi dengan menambahkan air panas.

Saus gado-gado tidak sama dengan saus sate, yang juga merupakan saus kacang.

Sejarah
Sejarah sajian kuliner Indonesia tidak memiliki latar belakang sejarah yang pasti. Di sisi lain, terdapat perbedaan teori dan keyakinan tentang bagaimana gado-gado menjadi sajian kuliner Indonesia. Berbagai teori dan kepercayaan tercantum di bawah ini:

kata bahasa indonesia “digado”
Gado-gado berasal dari kata bahasa Indonesia “digado”. Namun, kata “digado” tidak ada dalam kamus bahasa Indonesia. Kata “digado” berasal dari budaya khas Indonesia, Betawi. Dalam bahasa Betawi, kata tersebut berarti “tidak boleh dimakan dengan nasi”, oleh karena itu nasi tidak termasuk sebagai salah satu bahan utama gado-gado. Sebagai gantinya, pengganti nasi digunakan, yang dikenal sebagai lontong, atau dikenal sebagai kue beras Indonesia.

Monumen Desa
Teori lain menyebutkan bahwa gado-gado berasal dari desa Tugu. Pada awal 1700-an, ketika orang Eropa tiba di Indonesia, sejumlah orang Portugis memulai sebuah desa yang sekarang dikenal sebagai desa Tugu. Konon orang Portugis membawa masakan lokal mereka ke Indonesia. Melalui pengenalan budaya Portugis, hidangan gado-gado pertama kali diperkenalkan ke Indonesia.

Asal Cina
Ada juga yang mengklaim bahwa gado-gado berasal dari orang Tionghoa yang tinggal di Betawi. Beberapa mengklaim bahwa orang Cina sangat menikmati pecel Jawa, yang merupakan salad Indonesia, dan ingin memodifikasi hidangan agar lebih sesuai dengan selera mereka. Akibatnya, hidangan gado-gado dibuat.

Variasi
Betawi Gado-Gado
Variasi gado-gado ini berasal dari Betawi di Jakarta dan dikenal dengan cara penyajiannya yang berbeda dengan variasi lainnya.

Gado-gado Padang
Berbeda dengan gado-gado sederhana, Padang menambahkan mie kuning dan bihun, yang merupakan mi plastik, ke dalam hidangan gado-gado. Variasi gado-gado ini berasal dari Padang di Sumatera Barat.Ia juga dikenal memiliki rasa pedas. Variasi ini mengikuti hidangan umum lainnya di Padang, yang dikenal dengan rasa pedasnya.

Gado-gado Sederhana
Terjemahan dari “gado-gado sederhana” adalah “gado-gado sederhana”. Variasi ini adalah cara dasar untuk menyiapkan hidangan gado-gado, yang dibuat dengan menggunakan sayuran, tauge, lontong, dan saus kacang sebagai bahan utama.

Gado-gado Sidoarjo
Variasi gado-gado yang berasal dari Sidoarjo ini dibuat dengan menggunakan tambahan petis, yaitu bahan tambahan makanan yang ditambahkan pada bumbu kacang.

Gado-gado Surabaya
Variasi gado-gado ini memasak saus kacang dan mengoleskannya di atas piring. Beberapa orang mengklaim bahwa memasak saus kacang membuat masakannya bertahan lebih lama. Hidangan ini menggunakan selada dan tomat sebagai bahan masakannya. Itu juga menggunakan santan dalam saus kacang, yang digunakan untuk membuat saus terlihat lebih berminyak dan lebih gurih.